Whooila!

Whooila! adalah tempat ngobrol santai
 
IndeksIndeks  FAQFAQ  PendaftaranPendaftaran  Login  
Belum terdaftar di Forum Whooila! [Daftar Sekarang!!] // Mau Liat yang aneh-aneh?? Klik Disini!!
Warung Kopi | Lounge Pictures & Video | Gosip Yuk! | Berita dan Politik | Humor | Games | Olahraga | Khusus Dewasa | Teknologi

Panduan Member Baru: Posting Thread Baru dan Post Repply [Klik Disini!!]
Mau Akses Room Khusus Dewasa 17++ [Klik Disini!!]

Bagikan
Share | 
 

 Mencoba Konsep Belanja Lewat Mal Online - [Whooila!]

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
HangLooseBaby
[V.I.P Member]


Jumlah posting : 263
Points : 5212
Reputation : 1
Join date : 18.02.10

PostSubyek: Mencoba Konsep Belanja Lewat Mal Online   Sun Feb 21, 2010 1:12 pm

Berjualan dan berbelanja online kini mulai jadi gaya hidup masyarakat Indonesia, terlepas dari berbagai kekurangan yang masih menghantui dunia transaksi elektronik di negeri ini. Keunggulan yang ditawarkan dunia online menjadikan jual-beli lewat internet tidak pernah sepi, bahkan terus tumbuh.

Semakin kecilnya biaya yang dibutuhkan untuk berjualan dan berbelanja, serta kemudahan mendapatkan tempat-tempat belanja seperti blog, forum, direktori bisnis hingga situs pertemanan yang disulap menjadi tempat dagang, turut menjadi salah satu faktor pendorong tumbuhnya dunia jual-beli online di Indonesia.

Berbagai konsep dagang pun coba ditawarkan oleh para pelaku jual-beli online di Indonesia, baik dalam bentuk individu maupun perusahaan yang mendedikasikan diri mereka dalam jual-beli di dunia maya ini.

Ada yang menawarkan konsep yang diadopsi dari luar negeri, seperti lelang misalnya, hingga membuat sendiri konsep yang dianggap sesuai dengan dunia kondisi jual-beli online di Indonesia.

Salah satu konsep jual-beli online yang bisa dibilang cukup menarik adalah konsep mal dalam bentuk online. Konsep ini termasuk asing untuk pelaku jual-beli online Indonesia yang umumnya menggunakan blog, forum atau situs pertemanan sebagai media jual-beli.

Konsep ini pun coba dikembangkan oleh PT Corona Global Lestari melalui situs www.inabay.com. Mal online bernama Inabay ini sejatinya telah hadir di tengah kepada warga dunia maya sejak akhir 2007 lalu.

Dalam perjalanannya, Inabay telah pasang surut mengumpulkan kurang lebih 1.000 tenant dalam waktu tak terlalu lama sejak didirikan. Angka 1.000 ini terhitung besar mengingat tidak adanya promosi berarti yang dilakukan oleh pihak pengelola. Namun itu wajar saja karena para tenant ini tak dipungut biaya.

Hari, salah satu pendiri Inabay ini menjelaskan, perbedaan antara mal online yang ditawarkan pihaknya dengan media jual-beli lainnya tak lain terlihat dari penggunaan 'lantai' dan 'toko' dalam mengelompokan barang-barang yang dijual.

"Untuk mencari sebuah barang di Inabay, pengunjung harus terlebih dahulu masuk ke dalam 'toko' yang tersedia," jelasnya pada detikINET melalui perbincangan pesan instan, Rabu (10/2/2010).

Jika pembeli tidak tahu 'toko' mana yang harus ia kunjungi, maka ia hanya perlu mencari 'lantai' yang sesuai. Misalnya seorang pengunjung ingin mencari alat tulis dan kantor (ATK) dan tidak tahu toko mana yang menjual barang tersebut, maka yang perlu ia lakukan adalah melihat direktori 'lantai'. Tak ubah seperti kita mencari barang di mal konvensional.

Dengan masuk ke bagian tersebut, ia akan disuguhkan puluhan toko yang menjual buku atau ATKyang dapat ia pilih. Kemudahan, kerapihan, serta keunikan yang dimiliki konsep ini memberikan pengalaman yang berbeda saat kita 'jalan-jalan' di dalamnya.

"Masih banyak hal-hal unik lainnya yang dapat ditemui di mal online kami ini," kata Hari yang ingin mal miliknya bisa ramai pengunjung dan dipenuhi banyak tenant layaknya mal konvensional.

Untuk penjual, anggota yang membuka toko online di Inabay diperbolehkan untuk menentukan sendiri nama bagi tokonya, dapat memasang papan nama, dapat menentukan sendiri kategori untuk barang-barangnya, serta memiliki buku tamu di dalam tokonya.

Sedangkan bagi para pembeli, keunikan terlihat saat kita hendak berbelanja. Seorang pembeli tidak perlu menjadi anggota terlebih dahulu untuk memesan barang dan pesanan langsung diarahkan ke penjual.

"Pesanan dapat dilakukan dengan menghubungi langsung penjual dengan email, menggunakan kereta belanja, atau melalui buku tamu yang terpasang di masing-masing toko," jelas pria satu ini.

Hari sendiri mencatat ada ratusan transaksi per hari dengan nilai belanja kurang lebih Rp 20 juta per bulannya. Jumlah yang terbilang sedikit untuk total transaksi jual-beli di sebuah mal. Namun ia percaya, suatu saat mal online akan berjaya di Indonesia.

"Sejak meluncurkan Inabay akhir 2007 lalu, kami percaya dalam waktu lima tahun ke depan konsep mal online sudah akan digemari banyak orang di Indonesia," tandasnya.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 

Mencoba Konsep Belanja Lewat Mal Online

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Whooila! :: Cerdas Teknologi :: Internet-


Membuat forum | © phpBB | Free forum support | Kontak | Report an abuse | www.sosblogs.com