Whooila!

Whooila! adalah tempat ngobrol santai
 
IndeksIndeks  FAQFAQ  PendaftaranPendaftaran  Login  
Belum terdaftar di Forum Whooila! [Daftar Sekarang!!] // Mau Liat yang aneh-aneh?? Klik Disini!!
Warung Kopi | Lounge Pictures & Video | Gosip Yuk! | Berita dan Politik | Humor | Games | Olahraga | Khusus Dewasa | Teknologi

Panduan Member Baru: Posting Thread Baru dan Post Repply [Klik Disini!!]
Mau Akses Room Khusus Dewasa 17++ [Klik Disini!!]

Bagikan
Share | 
 

 Kaitan Nama Baik, Tingkat Hidup, Lifestyle dan Parfum - [Whooila!]

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
belomAda
[V.I.P Member]


Jumlah posting : 140
Points : 11032
Reputation : 0
Join date : 19.02.10

PostSubyek: Kaitan Nama Baik, Tingkat Hidup, Lifestyle dan Parfum   Wed Feb 24, 2010 12:48 am

Pilihan setiap orang pada aroma perfume (atau biasa disebut parfum dan minyak wangi) memang bisa bermacam-macam. Kini, kebutuhan pemakai parfum bukan lagi cuma untuk menutupi bau keringat atau aroma pakaian yang lembab. Boleh dibilang, saat sekarang fungsi parfum malah bisa mewakili nama baik, tingkat hidup seseorang, gaya gaul, sampai keseharian di lingkungan rumah sendiri.

Orang yang telah punya kedudukan/ status tertentu, kalangan artis atau selebriti, pekerja menengah ke atas, remaja dari kelompok berpunya, umumnya memiliki selera aroma minyak wangi berkelas khusus dengan harga di atas, atau pun merek terkenal yang berciri spesial.

Kini parfum memang telah meluas kegunaannya. Namun, terpaksa dibedakan jenis dan kelasnya dari aroma pengharum biasa hingga pewangi tubuh yang benar-benar sejati. Sebab, ada minyak wangi yang hanya bisa memberi keharuman sejenak, sementara yang lain bisa tetap setia di tubuh hingga saat mandi berikutnya. Di samping itu, minyak wangi bernilai tinggi tidak menyisakan noda buruk di pakaian Anda.

Akhirnya, memang, kebutuhan orang terhadap parfum menjadi sama pentingnya dengan kedudukan atau posisi mereka di tengah-tengah masyarakat. Tokoh pengusaha, pemimpin/pejabat politik dan selebritis ternama, kini menjadi telaten dan berselera spesifik dalam memilih aroma wewangian.


Untuk Kalangan Atas


Rangkaian produk parfum Annick Goutal, misalnya, disebut-sebut sebagai minyak wangi pujaan pemimpin politik, pengusaha dan artis kelas dunia. Selebriti/pelukis Astari Rasyid adalah salah satu contoh penting pemakai parfum Annick Goutal di kalangan figur publik di Indonesia.

Berbagai kalangan menggunakan parfum ini mulai dari penyanyi pop diva, kalangan bangsawan dan negarawan, artis dan aktor film, musisi rock maupun pop serta selebriti pemandu acara TV.

Di kalangan pop diva di antaranya Madonna, Tina Turner, dan Annie Lennox. Bangsawan dan negarawan yang menggunakan parfum ini tercatat mendiang Putri Diana dan mantan pasangannya Pangeran Charles, serta mantan presiden Prancis Francois Mitterrand.

Di kalangan aktris tercatat antara lain Melanie Griffith, Drew Barrymore, Sandra Bullock, dan Sigourney Weaver. Juga aktris bom seks masa lalu Catherine Deneuve, Kim Basinger, dan Sharon Stone. Sedangkan aktor-aktor pencinta aroma Annick Goutal adalah Michael Douglas, hingga Leonardo Di Caprio, dan John Travolta.

Dari kalangan musisi rock dan pop ada vokalis eksentrik Prince, penyanyi country utama Garth Brooks, dan juga pemusik legendaris Eric Clapton. Bono (vokalis U2) juga tercatat sebagai pelanggan Annick Goutal yang setia, begitu pula raja blues BB King, tokoh retro-rock Lenny Kravitz, musisi senior Sting, dan boy band N’Sync.

Bahkan aroma Annick Goutal juga digemari oleh sineas hebat Steven Spielberg, pemandu talkshow Oprah Winfrey dan Ricki Lake.

Keunikan Annick Goutal adalah juga tidak pernah mengikuti tren. Parfumnya tetap klasik dan berciri orisinal. Produk parfum ini telah dipasarkan di Indonesia sejak setahun lalu. Gerai penjualannya berada di Metro Plasa Senayan dan Pasaraya Grande Blok M (Jakarta), dan Sogo Jayanata Plasa (Surabaya). Harga tiap produknya berkisar antara Rp 455.000,- hingga Rp 1.300.000,-.

Kalangan pembeli Annick Goutal rata-rata dari kalangan masyarakat yang pernah membelinya di luar negeri, atau para kolektor minyak wangi. Produk best seller dari Annick Goutal adalah “Eau d’Hadrien” seharga Rp 540.000,- yang bersifat unisex atau cocok digunakan untuk pria dan wanita. “Eau d’Hadrien” dianggap sesuai dengan selera kebanyakan orang Indonesia.

“Namun, mungkin Annick Goutal dengan berbagai aromanya yang spesial itu tidak semua orang bisa suka,” lanjut brand manager Annick Goutal, Lucia Niken dari Mirabo Ayu.

Di samping itu demi menjaga kualitasnya, jumlah dari tiap jenis parfum yang beredar dikurangi bisa sampai hanya sekitar seratus unit saja.

“Secara eksklusif, tiap negara juga dibatasi gerai penjualannya. Annick Goutal bener-bener sebagai butik parfum, bukan produk fashion,” ditambahkan Lucia.


Memilih Aroma Wewangian


Berikut ini adalah sebagian jenis aroma parfum Annick Goutal yang disukai oleh kalangan figur publik. Madonna, misalnya, menyukai “Folavril” dan “Grand Amour“. Drew Barrymore, salah seorang pemeran Charlie’s Angels, menggemari “Petite Cherie” yang ternyata juga dikonsumsi aktris seksi Cameron Diaz, Melanie Griffith,dan aktor mahal Michael Douglas.

Si cerewet Oprah Winfrey menyukai “Gardenia Passion“. Prince, Nicole Kidman dan mantan suaminya, Tom Cruise, Steven Spielberg, Goldie Hawn dan Tina Turner menjadi pelanggan “Eau Du Sud“. Lady Di, Putri Caroline, aktris lama Ali McGraw menyukai “Passion“.

Tom Cruise juga menyukai “Eau Du Ciel“. Aroma parfum tersebut juga disukai Sandra Bullock dan Ricki Lake. Sedangkan Sigourney Weaver menyenangi “Eau De Charlotte“, dan Catherine Deneuve suka memakai “Sables“.
Rangkaian parfum Annick Goutal diciptakan dari inspirasi Annick yang penuh makna. “Grand Amour” yang diproduksi tahun 1996 bermakna penghormatan buat kisah cintanya yang agung. Dulu, suaminya selalu membawa bunga bakung dan lili di setiap kencan mereka. Aroma bakung dan lili menjadi bagian inti dari “Grand Amour“, yang bercitra semangat, sensual dan feminin.

“Petite Cherie” (1997) adalah hadiah untuk putrinya, Camille di saat beranjak dewasa. Parfum itu menggambarkan momen transisi di dalam kehidupan perempuan. Dimulai dari usia 16 tahun yang penuh mimpi, lalu 25 tahun yang penuh dengan harapan, dan usia 30 tahun yang matang. “Petite Cherie“, yang masuk dalam rumpun aroma buah-buahan dan bunga, mengambil ramuan aroma buah persik, pir, akar-akaran segar, wewangian mawar dan vanila.


Berbagai Inspirasi


“Gardenia Passion” (1989) datang melalui inspirasi ketika Annick berkunjung ke Jepang. Pada saat itu dia terkesima oleh aroma yang kuat dari bau Gardenia di udara. Ketika itu hujan deras baru saja usai menimpa kota bersejarah Kyoto.
Hingga sekarang, kenangan bunga impresif seperti itu sulit ditemukan lagi. Namun, Annick Goutal juga susah buat menyimpan rahasia menarik soal pertemuannya dengan identitas misterius itu, dan ditawarkannya sebagai aroma kemewahan yang lembut. Sebagai ungkapan rahasia sensual, sensasional dan daya pesona pribadi untuk wanita tercinta.

Komposisi “Gardenia Passion” terdiri dari tuberosa, yasmin, rangkaian bunga jeruk dan lumut. Pesaing parfum ini adalah “Caroline Herrera“, “Gardenia” dari Chanel dan “Chloe” (Karl Lagerfeld).

“Eau du Sud” (1996)
diilhami Annick dari sebuah suvenir di masa kanaknya dan periode liburannya di Prancis Selatan. Parfum ini berpaduan aroma buah jeruk (sari jeruk), jeruk Mandarin, Lemon, jeruk besar, orange, permen, kemangi, akar rumput India dan cemara.

“Eau de Charlotte” (1982)
berawal dari kreasi parfum yang khusus dibikin Annick untuk anak tiri perempuannya, Charlotte. Charlotte selalu mengharapkan aroma sedap seperti selai kismis favoritnya. Jenis parfum bunga-bungaan ini beraroma campuran kismis, mimosa, bunga lili dan cokelat.
Cocok buat yang berselera muda, romantis, feminin dan lunak. Namun, parfum ini terbilang bisa digunakan para bocah sampai kalangan oma-oma.
Produk pesaingnya adalah “Murre and Musc” dari L’artisan Parfumeur, “Roha” (Laura Biagiotti), “Versus Donna” (Gianni Versace) dan “Chiffon Sorbet” (Escada).



Hanya 12 di Indonesia

“Eau d’Hadrien” (1981) merupakan inspirasi aroma ciptaan Annick yang timbul setelah ia membaca buku Memories of Hadrien. Kekaisaran Hadrien memiliki kisah sangat unik yang mengilhaminya untuk menciptakan aroma unisex. Makna yang membawa ke citra harmonisasi.

“Eau d’Hadrien” diciptakan untuk pria dan wanita segala umur, dan bisa dipakai kapan saja. Dipadu dari kombinasi aroma kulit jeruk, jeruk besar dan cemara yang menimbulkan kesan hangatnya matahari Mediterranean dan kesejukan teduhnya pepohonan sitrun. Aroma stimulasi yang sesegar jeruk Sicilia asli.
Pesaing-pesaingnya adalah “Eau de Cedrat” dan “Eau du Coq” dari Guerlain, “Eau de Lancome” (Lancome) dan “Eau de Rochas” (Rochas).

“Vetiver” (1985) terinspirasi dari citra diri lautan luas dan kawasan pantai yang eksotik. Diciptakan buat para pengembara di laut luas dan kalangan atlet. Parfum yang merangkaikan kombinasi aroma akar-akaran Jawa, akar kayu langka, aromatik Burma dan iodine.

Para pelanggannya terdiri dari para pelaut atau atlet olahraga air, sejumlah orang muda kelas menengah yang lebih suka memakai syal ketimbang dasi, dan juga orang-orang kaya tertentu. Produk pesaingnya adalah “Vetiver” dari Guerlain dan “Vetiver” (Carven).

“Eau de Monsieur” (1981)
adalah inspirasi yang lahir dari cara pengolahan klasik, yang mengombinasikan sensualitas maskulin dengan gengsi peradaban. Kombinasi aromanya terdiri dari sitrun, tumbuhan lumut Yugoslavia, musk, sandalwood Mysore dan amber. Simbol dari gaya klasik elegan! Produk pesaingnya “Pour Monsieur” dari Chanel dan “Equipage” (Hermes).

“Ce Soir ou Jamais” (1999
) merupakan kerja pencarian Annick Goutal selama 14 tahun. Parfum ini menggabungkan semua aroma yang berada di sekelilingnya, bunga-bunga dari Paris, dari berbagai kenangan semasa libur, akhir pekan di kawasan peristirahatannya. Aroma emosi yang romantis! Yang merupakan komposisi gabungan 160 esens seperti mawar Turki, buah pir, bunga-bunga liar. Annick berhasrat untuk menjaga rahasia formula ini.

“Heure Exquise” (1984)
adalah parfum yang mengombinasikan aroma mawar Turki, bunga Iris Florentine, sandalwood dari Mysore dan vanila. Pesaing-pesaing “Heure Exquise” adalah “No 19” dari Chanel, “Heure Bleue” (Guerlain) dan “Ivoire” (Balmain). Target pemakainya antara umur 20 – 25 tahun. Elegan dan sophisticated.

“Eau de Lavande” (1981) adalah parfum yang menggabungkan bunga lavender liar yang langka asal Perancis, aromatik dan vanila. Produk parfum ini bersaing di pasar dengan “Pour un Homme” dari Caron dan “Lavande” (Yardley).

“Eau de Lavande” ditujukan buat para pria sangat klasik berusia sekitar 60 tahun atau lebih muda yang belum mengenal aroma Lavender, seperti orang Jerman dan Amerika. Parfum ini mengingatkan Anda pada koleksi pakaian nenek kita, atau sebuah ladang bunga lavender di Prancis Selatan. Dengan aroma klasik berkualitas tinggi, modernis dan sopan dari Annick Goutal.

“Rose Absolue” (1984) adalah rangkaian aroma mawar langka. Terdiri dari lima jenis mawar berbeda yakni Rose de Mai, mawar Turki, mawar dari Bulgaria, Damaskus, Mesir dan Maroko. Prestisius dan luxurous!

Parfum “Rose Absolue” bersaing ketat dengan “Paris” dari Yves-Saint-Laurent, “Tea Rose” (Yardley), “Tresor” (Lancome) dan “Rose” (Cardin).

Demikian banyak aroma parfum Annick Goutal yang bisa dipilih. Ada keseluruhan 15 jenis parfum yang dipasarkan di berbagai benua. Namun, baru tersedia 12 pilihan parfum yang kini bisa Anda dapatkan di Indonesia. (SFH/john js).
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 

Kaitan Nama Baik, Tingkat Hidup, Lifestyle dan Parfum

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Whooila! :: Bla Bla Bla :: Warung Kopi-


Free forum | © phpBB | Free forum support | Kontak | Report an abuse | www.sosblogs.com